Hambatan dan tantangan dalam usaha

Dalam sebuah penelitian oleh A McKinsky & Company menjelaskan tentang 10 kendala bisnis dalam pertumbuhan dan pengembangan antara lain:

Tidak terjadinya penjualan

Dapat dijelaskan bahwa, Banyak UKM yang mencoba bangkit dari usaha yang minim menuju level yang lebih baik terhambat karena tidak terjadinya penjualan, atau dengan kata lain penjualan masih tidak menentu dan tidak dapat menyeimbangkan dengan potensi produksi. Sedangkan biaya produksi baik bahan baku, SDM, operasional, maupun biaya teknis tetap harus terbayar.

Biaya Awal yang tinggi

Biaya Awal yang tinggi adalah biaya untuk operasional dan perputaran awal. Dapat diartikan bahwa, ketika awal mula mendirikan sebuah usaha tentu menguras dana untuk membeli semua bahan baku dan pendukungnya, sehingga terkadang wirausahawan membeli bahan tanpa prediksi untuk jangka waktu yang efektif, karena dalam tahap awal belum tentu ada lonjakan penjualan yang tinggi.

Kurangnya keterampilan

Bisnis sebagai roh dari usaha kecil dan menengah sering kali melupakan aspek rekrutmen dan kualifikasi SDM yang jelas. Sehingga kualifikasi perekrutan SDM tanpa standar minimal mengakibatkan ketidakmampuan SDM untuk mengenal atau mempelajari produk yang harus diproduksi perusahaan tersebut.

Tidak adanya produk yang baru

Produk baru dari sisi teknis adalah produk penyempurna dan inovasi. Produk baru bisa diartikan bahwa perubahan teknologi dan tingkat kemapanan ekonomi mempengaruhi permintaan dan peningkatan nilai dari sebuah produk. Dapat diartikan juga mengkostum produk lama menjadi baru, menciptkan produk baru yang berbasis pengembangan produk lama atau produk benar-benar baru namun lahir dari tingginya permintaan pasar.

Akses ke pendanaan

Usaha kecil dan wirasuhawan pemula terkadang kurang memahami unsur kewirausahaan dari aspek manajemen keuangan. Bahwa akses pendanaan menjadi kendala dari tingginya permintaan namun kecilnya modal atau modal produksi/modal kerja. Sehingga pengusaha kecil sebaiknya menggunakan rantai distribusi yang pendek dengan jangka pembayaran yang pendek, agar optimalisasi akses pendanan cepat terpenuhi.

Keuntungan yang tidak mencukupi

Strategi bisnis yang mendasari sebagian UKM dan wirausahawan masih berorientasi pada kuanitas penjualan. Demi menarik peminat, terkadang harus menyertakan diskon tinggi, atau dengan kata lain bahwa diskon rate menjadi penentu dari faktor terjualnya barang, padahal biaya produksi justru semakin meningkat. Ini yang terkadang melemahkan usaha menengah dan kecil. Faktor lain adalah tidak menguasai strategi bisnis berbasis pemasaran efektif, sehingga banyak pengusaha frustasi karena tempo penjualan yang panjang, sehingga dengan harga-harga diskon tersebut menyebabkan keutungan yang minim.

Tidak adanya kepercayaan diri

Ketidakpercayaan diri mempengaruhi pelaku UKM untuk tidak berani mengembangkan diri dalam produknya, takut gagal, dan takut tidak laku. Termasuk bahwa merasa tidak mempunyai strategi bisnis yang baik sehingga tidak berani untuk mengajukan kredit ke Bank walaupun peluang sudah ada didepan matapun.

8 . Pemasok yang berbiaya tinggi

Dalam memacu produksi terkadang pengusaha melibatkan banyak upaya dalam penguatan alat, penguatan koneksi dll, Namun lupa membangun hubungan yang baik dengan pemasok. Ketidakbaikan hubungan dengan pemasok karena kurangnya strategi pendekatan memacu pemasok untuk tidak bergantung pada satu sisi penampungnya. Dampaknya ada pada harga, karena bukan harga special relasi. Sehingga bisa dikatakan pelaku usaha kecil terkadang tidak bisa berkembang karena faktor manajemen hubungan dengan pemasok.

Hambatan birokrasi

Birokrasi mampu menghambat pelaku UKM, terutama karena ketidaktahuannya. Semua perizinan benar-benar sosok yang menakutkan dan menyulitkan. Secara budaya di Indonesia memang birokrasi apartur pemerintahan terkadang dibuat rumit oleh pelaku bawahannya, agar menimbulkan peluang kolusi yang mengandung rupiah.

Suku Bunga tinggi

Karena suku bunga bank tinggi dan dibarengi dengan kenaikan BBM, tarif listrik dll, pengusaha semakin kesusahan dengan proses cicilan. Begitu juga pelaku UKM yang sedang mengajukan keredit, membayangkan bunga yang harus dibayarkan sudah membuat resah dan khawatir. Keadaan ini harus disikapi pemerintah bersama dengan masyarakat.

trenindo

trenindo

terima kasih kunjungan anda,kalau ada masukan dan saran diersilhakn beri pendapat untuk sebagai perbaikan dan solusi yang akan datang, tetap semangat dan beraktifitas, salam..trenindo

Leave a Reply